Perilaku Organisasi Tekanan Stres
Tekanan (Stress) pada Individu
Dosen
: Charisma Ayu Pramuditha, M.HRM
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur atas Berkat dan Rahmat Allah SWT,
karena tanpa berkat dan rahmat-Nya, saya tidak akan dapat menyelesaikan makalah
ini dengan baik dan tepat waktu.
Saya
mengharapkan rasa hormat dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua
pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Tidak lupa saya ucapkan terima
kasih kepada Ibu Charisma selaku dosen dengan mata kuliah perilaku
organisasi yang membimbing saya dalam mengerjakan tugas makalah ini.
Saya menyadari bahwa dalam
pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran anda. Demi tercapainya
makalah yang sempurna dimasa mendatang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan
dijadikan sumber dalam kegiatan belajar.
Palembang, 04 April 2018
Penulis
Daftar Isi
Setiap orang menghadapi masalah baik
itu masalah yang kecil hingga masalah yang rumit. Cara dari setiap orang
berbeda-beda dalam menghadapi setiap masalah, ada yang melampiaskannya dengan
marah-marah tapi ada pula yang tak terlalu menghiraukannya. Masalah ini jugalah
yang menyebabkan seseorang mengalami tekanan atau stres.
Adanya tuntutan untuk menjadi apa
yang seharusnya dipikirkan atau diinginkan membuat perasaan kian terasa cemas
dan tak tenang. Karena hal ini juga menyebabkan orang melakukan berbagai cara
untuk mewujudkan ambisinya. Bahkan ada yang sampai menghabisi dirinya sendiri
karena tak tahan dengan tuntutan yang keras di tengah
kesempatan yang terbatas.
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mengenai
Tekanan (Stress) pada Individu.
2. Apa saja yang
menyebabkan stres itu bisa terjadi ?
3. Bagaimana
mengelola tekanan dan stres itu ?
1.
Memahami apa sebenarnya tekanan dan stress itu.
2.
Mengetahui apa saja penyebabnya.
3.
Mengetahui cara mengelola stress itu.
4.
Mendapatkan informasi dari sebuah contoh kasus yang
pernah terjadi dan penyelesaiannya.
2.1 Pengertian Tekanan (Stress) pada Individu
Stres merupakan suatu kondisi dinamik yang di dalamnya
seorang individu di konfrontasikan dengan suatu peluang, kendala, atau tuntutan
yang dikaitkan dengan apa yang sangat diinginkannya dan hasilnya dipersepsikan
sebagai tidak pasti dan penting.
Pengertian Secara Umum :
-
Stress adalah
suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses, berpikir, dan kondisi
seseorang.
-
Stress adalah
suatu perasaan tertekan tertekan yang dialami seseorang karena adanya
ketidakpastian atau opportunity.
Pengertian Tekanan :
-
Tekanan adalah
kekuatan atau perangsang yang menekan indvidu yang menimbulkan tanggapan
terhadap ketegangan.
-
Tekanan adalah
konsekuensi dari setiap tindakan ekstern (lingkungan), situasi atau peristiwa
yang terlalu banyak mengadakan tuntutan psikologis dan fisiologis terhadap
seseorang.
2.2 Penyebab Tekanan dalam Pekerjaan
· Lingkungan
Fisik : Penerangan, suara, suhu, polusi, udara, sampah, ruangan, dan lay out.
· Penyebab
Individual : beban pekerjaan terlalu berat, tanggung jawab yang terlalu besar,
konflik peranan, tidak ada kemajuan karir.
· Penyebab
Kelompok : hubungan yang kurang baik dengan teman, bawahan, dan atasan.
· Penyebab
Keorganisasian : struktur organisasi dan kebijakan tidak jelas.
2.3 Mengelola Stress
v Stress dapat
dicegah atau dihadapi
v Mengelola
stress : Berusaha mencegah tumbuhnya stress, meningkatkan ambang stress
dari individu, dan menampung akibat fisiologis dari stress.
v Tujuan
mengelola stress :
ü Mencegah stress
jangka pendek menjadi kronis
ü Mengatasi
stress kronis/stress yang negatif destruktif
ü Mempertahankan
stress positif konstruktif
2.4 Contoh Kasus dan Penyelesaiannya
Penyelesaian :
1. Pemilik aplikasi seharusnya tidak lagi merekrut tenaga gojek baru sehingga
persaingan antar sesama gojek sedikit dan juga membantu mengurangi macet di
jalanan.
2. Pemilik aplikasi juga tidak seharusnya menawarkan harga dibawah tarif untuk
promosi guna menarik minat pelanggan agar pendapatan gojek tidak berkurang.
Pemilik seharusnya memperhatikan keadaan karyawan juga.
3. Sebaiknya, tidak semua masyarakat berniat untuk menjadi gojek. Gojek memang
membantu mengurangi pengangguran, tapi bagi masyarakat yang telah memiliki
pekerjaan sendiri sebaiknya tidak tergiur dengan penawaran keuntungan yang
diberikan gojek (berupa gaji) karena masih banyak pengangguran diluar sana yang
membutuhkan pekerjaan.
4. Pemerintah sebaiknya segera menetapkan kebijakan mengenai penggunaan
angkutan kendaraan agar tidak lagi terjadi ricuh mulai dari tarif dan ketentuan
yang harus ditaati.
BAB III
Penutup
3.1 Kesimpulan
-Stres merupakan kondisi dinamis
dengan rasa tegang karena tuntutan dan respon yang tidak sesuai dengan yang
diharapkan karena kesempatan yang terbatas.
-Stres dapat terjadi pada setiap
individu apabila individu itu sendiri atau bahkan orang lain tak mampu
mengatasi masalahnya.
-Pemimpin dengan manajemen yang baik
mampu mengatasi timbulnya stres di lingkungan kerja.
3.2 Saran
- Setiap individu terutama pekerja
sebaiknya melakukan relaksasi seperti refresing agar rasa stres itu bisa
berkurang.
- Masalah dalam hidup jangan dibuat
rumit apalagi sampai menimbulkan tekanan yang berlebihan dan berujung stres,
dekatkan diri dengan Tuhan karena tidak ada masalah yang tak dapat
diselesaikan.
DAFTAR PUSTAKA
- Materi Kuliah Perilaku Organisasi
- Koran Kompas (Rabu, 28 Maret 2018) Hal 1 dan 15




Komentar
Posting Komentar